Kamis, 09 Juni 2016

PERAN MUSIK DALAM DAKWAH



PERAN MUSIK DALAM DAKWAH
(Satu Inovasi bagi Layanan Komunikasi dan Penyiaran Islam)
Tilla Wilia Feldi
Jurusan Syariah STAIN Batusangkar, Jl. Jenderal Sudirman no 137 Kuburajo Lima Kaum Batusangkar
Korespondensi: Jor. Lareh Nan Panjang Nag. Atar Kec. Padang ganting Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat
Abstrak
Peran musik dalam dakwah bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan fungsi ksenian di tengah-tengah masyarakat sebagai salah satu kesenian yang bertujuan untuk sarana dakwah dengan menggunakan iringan musik yang dilantunkan melalaui syair-syair sebagai sarananya.
            Kata Kunci: Peran musik, dakwah
PENDAHULUAN
            Islam adalah agama dakwah yaitu agama yang megajak dan memerintah kepada umatnya untuk selalu menyebarkan dan menyiarkan agama islam kepada seluruh umat manusia. Era informasi dan globalisasi adalah du hal yang sering disebut-sebut pada zaman sekarang ini. adanya teknologi yang canggih msalnya televisi, komputer, radio dan bahkan internet dapat berperan pentin terhadap penyuksesan dakwah. Untuk kita dalam berdakwah diperlukan siasat cermat dan jitu agar kebudayaan luar yang masuk melaalui alat teknologi tidak terancam. Maka dari itu kesenian tarian indonesia dapat menjadikan media dakwah sbagaimana yang telah dilakukan sunan kalijaga dan dalam lainnya yang memanfaatkan wayang kulit sebagai alat untuk menyebarkan agama islam.
            Konsep dakwah yang stategis dan lumintu, dengan mengelola secara profesional yang mengakomodasi segala permasahan sosial disini, seni dan budaya dapat menjadi metoda atau media dakwah, namun juga menjadi sasaran antara bagi dakwah islamiah itu sendiri. Sebagai media atau metoda seni budaya mempunyai proyeksi yang engarah pada pencapaian kesadaran kualulatas keberagaman islam yang pada gilirannya mampu membentuk sikap dan perilaku islam yang tidak menimbulkan gejolak sosial, tetapi justru makin memantapkan perkmbangan sosial. Sedangkan sebagai sasaran antara dakwah islamiah diarahkan pada pengisian makna dan nilai-niali islami yang integratif kedalam segala seni dan budaya yang akan dikembangkan.
            Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama lagu dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama walupun musik adalah sejenis fenomena intuisi untuk mencipta memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengarkan musik pula adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik
SEJARAH
Musik dikenal sejak kehadiran manusia modern homosopian yakni sekitar 180-100.000 tahun yang lalu tiada siapa tahu bila manusia mula menenal seni dan musik. Dari penemuan arkeologi pada lokasi-lokasi seperti ada benua afrika sekitar 180 tahun hingga 100.000 tahun dahulu telah menunjukkan perubahan evolusi dari pemikiran otak manusia. Dengan otak manusia yang lebih pintar dari hewan mereka membuat pemburuan yang lebih terancang sehingga bisa mmburu hewan yang besar. Dengan kemepuan otak ini mereka bisa berpikr lebih jauh hingga diluar nalar dan mencapai imajinasi dan spiritual. Bahkan untuk berkomunikasi telah terbentuk diantara mereka.
Musik dan lirik
Music adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang tersusun sedemikian rupa hingga menyandang irama, lagu dan keharmonisan. Abu sulaiman Al-Khattaby mengatakan setiap yang meninggikan suara dengan berkesinambungan menggunakan sesuatu (alat musik) dan menyusun temponya secaa teratur, maka itulah yang disebut musik. Dalam tradisi arab syair lagu terbentuk dari permisalan, lirik dan nazam. Lirik (syair) dalam kamus besar bahasa indonesia adalah sebuah karya sastra (puisi) yang berisi curahan perasaan pribadi atu susunan kata dalam sebuah nyanyian.
Pada dasarnya esensi musik adalah bunyinya, sedangkan syair semata-mata hanyalah pelengkap. Jika syair dianggap yang terpenting, dan syair dilagukan maka syair tersebut dikatakan musical, tetapi statusnya tetap sebagai syair, sementara musiknya kombinasi dari lagu dan syair. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa seni adalah perpaduan antara irama dan nada, baik vokal suara atau syair yang dilantunkan manusia maupun suara yang dihasilkan oleh instrumen alat musik yang berupa rangkaian nada (melodi) dan paduan suara (harmoni) untuk mengungkapkan perasaan atau pesan yang diangkat sesuai judul lagu yang dinyanyikan.
Pandangan ulama tentang musik
Para ulama islam, salaf maupun khalaf, mempunyai pemahaman yang beragam memandang hukum musik, ada yang mengharamkan dan ada juga yang membolehkan.
1.      Ulama yang mengharamkan
Hal itu mereka pahami dari firman allah Swt.
Artinya:
Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan allah itu olak-olakan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
Maksud dari lahwal hadish (perkataan yang tidak berguna) itafsirkan sebagai nyanyian. Inilah perkataan sebagian ulama tentang ini:
a.    Abdullah bin ma’ud berkata “Ayat itu (yang dimaksud) adalah nyanyian, demi allah yang tiada sesembahan kecuali dia”.
b.    Imam Malik bin Anas ketika ditanya tentang nyanyian, beliau menjawab, “ sesungguhnya yang melakukan dikalangan kita hanyalah orang fasik. Jika seorang membeli budak, lalu ia mendapatkannya sebagai nyanyian, maka ia berhak mengembalikannya dengan alasan cacat.”
c.    Ibnu Qayyim al Jauzi berkata, “sisi penunjukan dalil (keharaman alat musik) bahwa al-ma’zif adalah alat musik semuanya, tidak ada perselisihan para ahli bahasa dalam hal ini. seandainya hal itu halal, niscaya Nabi tidak mencela mereka terhadap kehalalanya.
Sebagian ulama kurang setuju jika seni musik dijadikan sebagai media dakwah, karena musik identik dengan hura-hura, maka berdakwah melalui musik, sebagaimana berdakwah melalui minuman keras berdakwah melalui perzinaan, berdakwah melalui pemerasan. Walau tingkat keharamannya berbeda, tetapi yang haram tetaplah haram, tidak mungkin dijadikan sarana dakwah yang suci karena allah.
2.      Ulama yang Membolehkan
Seni merupakan keindahan, ia merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahan, ia terlahir disisi terdalam manusia didorong oleh kecenderungan seniman pada yang indah apa pun jenis kesenian itu. Dalam dakwah islam seni merupakan bagian dari media dakwah yang bisa menjadi daya tarik bagi pendengarnya terutama seni suara, Al-Izzu bin Salam mengatakan, “adapun nyanyian yang baik dapat mengingatkan orang pada akhirat, tidak mengapa bahkan sunnah.

Dalam membaca al-Quran pun dituntut untuk membaca dengan berirama indah. Allah berfirman
Artinya: Atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan.

Dalam sebuah kaidah pokok hukum islam yang menganut mazhab Syafi’i ada prinsip ‘al-ashlu fi al asy-ya’ al-ibahah “ segala sesuatu adalah boleh selama tidak ada nash Al-Quran dan Hadis yang memfonis haram.
Berikut adalah pendapat sebagian ulama yang sering menjadi inspirator para seniman muslim.
a.       Imam Ghozali dengan ungkapan yng terkenal, “Barang siapa yang tak haru oleh musim semi dengan bunga-bunganya, atau gambus dengan senarnya, maka komposisi orang tersebut tidaklah sempurna, fitnahnya berpenyakit parah yang tiada obatnya”.
b.      M. Quraish Shihab berpendapat, “Tidak ada larangan lagu di dalam islam. Bukankah ketika Nabi Saw. Pertama kali tiba di madinah, eliau disambut dengan nyanyian. Ketika perkawinan, Nabi juga merestui nyanyian yang menggambarkan kegembiraan. Yang terlarang adalah mengucapkan kalimat-kalimat, baik ketika menyanyi ataupun berbicara yang mengandung makna-makna yang tidak sejalan dengan ajaran islam.
c.       Yusuf Qardhawi mengatakan, “Sebagian dalil menunjukkan kebolehannya bahwasanya para sahabat suka menyanyi syair-syair pada acara tertentu, seperti pada waktu membangun masjid Nabawi dan ketika membuat parit pada perang azhab. Tidak diragukan lagi kita telah mendapat syair-syair yang banyak dinyanyikan oleh para pahlawan di medan perang,mereka membangkitkan semangat dengan syair-syair yang dinyanyikan oleh Abdullah bin Rawahah pada peperangan Rum di mekah.
Dari beberapa pendapat tersebut, penulis kurang setuju dengan ulama yang mengharamkan mutlak tentang musik. Namun,  penulis menganggap perbedaan pendapat yang ada membuktikan bahwa Islam sangatlah kaya ilmu dan beragam. Bagi penulis, tidaklah mengapa berdakwah melalui media musik, dengan catatan musik tersebut tidak membuat seseorang lalai akan kewajibannya mengingat Allah.
Kriteria dalam Musik
Syair merupakan seni kebudayaan yang tumbuh dikalangan masyarakat tertentu yang kemudian berkembang hingga dikenal oleh masyarakat lain. syair bagian dari seni, seni adalah sesuatu yang indah. Ia merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahan, ia lahir dari sisi terdalam manuia didorong oleh kecendrungan seniman kepada yang indah, apapun jenis keindahan itu. Keidahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu, dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Namun, hendaknya dalam hal bermusik harus diperhatikan beberapa hal berikut ini.
a.       Syair tidak bertentangan dengan syariat. Tidak semua lagu diperbolehkan menurut syariat islam, lagu yang diperbolehkan adalah lagu-lagu yang syairnya tidak bertentangan dengan ajaran islam, akidah, syariah dan akhlak.
b.      Sehrusnya nyanyian tersebut tidak disertai dengan sesuatu yang mengharamkan, seperti minuman keras, narkoba, diiringi penyanyi latar yang seksi dan sebagainya.
c.       Gaya memnyanyian lagu tidak mengandung maksiat. Cara menyanyikan berperan penting dalam menentukan status hukum lagu itu sendiri. Kadang tema syairnya religi, tetapi cara dan gaya penyanyinya mengumbar ucapan sensual dan gerakan erotis yang mengundang birahi dan memancing kejahatan kepada mereka yang berhati kotor, maka nyanyian yang asalnya mubah berubah menjadi makruh, syubhat, bahkan haram.
d.      Tidak berlebihan dalam mendengarnya. Lagu sebagaimana yang lain dibolehkan, wajib dibatasi dengan tidak adanya unsur berlebihan. Agama islam mengharamkan segala sesuatu yang berlebihan sekalipun dalam masalah Ibadah.
e.       Kesiapan hati yang selalu terjaga. Setiap muslim menjadi mufti (pemberi fatwa) dan ahli fiqih bagi dirinya, dia lebih tahu daripada orang lain. jika nyanyian itu bisa membuat dia berkhayal, kesucian hatinya terkalahkan oleh nafsu syahwatnya atau malah mengundang fitnah, maka wajib baginya menjauhi nyanyian agar terhindar dari bisikan setan.
Pengaruh Musik
1.             Musik Mempengaruhi Perilaku
Musik menurut beberapa pakar, seperti plato, aristoteles, Imam Ghozali bahkan Maulana Jalaludin Rumi cukup berpengaruh bagi kehidupan jiwa seseorang mendengarkan musik yang baik, maka jiwanya akan menyerap yang baik. Demikian sebaliknya, musik dapat memberikan gairah dalam hidup beragam dan mendekatkan diri kepada sang khalik.
2.             Musik Bahasa Dunia
Musik merupakan bahasa universal yang menjadi media komunikasi antar masyarakat berbeda budaya. Musik identik dengan bahasa bunyi yang berarti bahasa makna, maka ia telah mampu memahami pesan dan makna di balik suasana atau irama musik tertentu.
3.             Musik sebagai Terapi
Para musikus dan penyanyi ternyata telah menemukan bahwa berbagai alat musik memiliki fungsi masing-masing untuk terapi penyembuhan emosi, seperti alat musik harfa. Seruling dapat berkaitan dengan mental. Piano dapat digunakan untuk memperkuat kemauan, dan vokal dapat berkaitan dengan rasa suka.
Dalam tradisi islam, bayi yang baru lahir dikumandangkan suara musikal berupa azan. Juga ada kebiasaan seorang muslim membacakan ayat suci al-quran didekat perut istrinya yang sedang hamil. Di era modern sekarang pun banyak para dokter menganjurkan kepada para ibu hamil untuk memperdengarkan musik klasikal pada calon bayi yang ada di rahimnya. Karena musik tersebut bisa merangsang otak bayi saat lahir.
4.             Musik sebagai Media Penyampaian Pesan Dakwah
Musik sebagai media penyampaian pesan dakwah bukanlah hal yang baru di indonesia, bahkan jauh sebelumnya sudah dilakukan oleh para wali di tanah jawa menyebarkan agama islam dengan menggunakan instrumen musik gamelan yang dipandang sama pentingnya dengan dakwah itu sendiri. Oleh karena itu, perawatan benda-benda musikal tadi senantiasa dilakukan dengan sangat penuh perhatian.
Musik merupakan naluri manusia sejak ia dilahirkan Allah Swt. Telah membekali manusia dengan dua belahan otak, yaitu otak kanan dan otak kiri. Otak kanan berhubungan dengan fungsi intuisi, sedangkan otak kiri berhubungan dengan fungsi berpikir. Dengan demikian,berdakwah menggunakan media kesenian termasuk seni musik merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini sebab dakwah dengan media musik selain bermakna sebagai amar ma’ruf nahi munkar, juga dalam rangka membangun ituisi umat.
Sekali Album Religi
Kelompok musik GIGI yang digawangi oleh Armand Maulana (Vokalis) , Dewa bujana (Gitaris), Thomas Rhamanda (Basis), dan Gusti Hendy (Dramer) telah menui sukses yang sangat menbanggakan, belum sampai satu bulan sejak album “Raihlah Kemenanggan” diluncurkan sudah banyak diterima pasar penjualan mencapai 200.000 copy. Perusahaan rekaman Sony Musik BMG Indonesia menghadiahkan Platinum Award pada grup ini.
Beberapa sinetron religi pun menggunakan lagu-lagu GIGI dari album “Raihlah Kemenanggan” sebagai musik pengiring. GIGI merupakan musik rock pertama di indonesia yang dalam albumnya (Raihlah Kemenangan) lagu-lagu yang sangat kental nuansa islaminya, para personel GIGI tidak merasa canggung dengan adanya Dewa Budjana sang Gitaris yang bukan beragama islam. Oleh karena itu, Grup musik GIGI dikenal sebagai grup musik yang sangat toleran terhadap perbedaan. Dewa Budjana yang beragama Hindu kelahiran Bali, pulau yang dua kali menjadi sasaran bom teroris yang menganggap perbuatannya sebagai jihad isami, sangatlah sesuat dengan lagu GIGI yang berjudul “Perdamaian” seolah-olah lagu ini mengatakan bahwa islam adalah agama yang cinta damai bukan agama teror dan perang, karena akar kata dari islam itu sendiri adalah salaama yang berarti selamat, sejahtera, berserah diri, dan damai.
Berikut adalah judul dan teks syair lagu yang penulis teliti pada album religi grup musik GIGI (Raihlah kemenangan):
1.      Tuhan
Tuhan, tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh dengan segala peluh

Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku memuja dengan  segala doa

Aku jauh engkau jauh
Aku dekat Engkau dekat
Hati adalah cermin tempat pahala dan dosa bertaruh
2.      Rindu Rasul
Rindu kami padamu ya Rasul
Rindu tiada tertepi

Beradab jarak darimu ya Rasul
Serasa dikau disini

Cinta ikhlasmu pada manusia bagai cahaya surga
Dapatkah kami membalas cintamu bersahaja

Cinta ikhlasmu pada manusia bagai cahaya surga
Dapatkah kami membalas jasamu bersahaja
3.      Raihlah Kemenangan
Selamat jari raya selamat hari lebaran
Raihlah kemenangansetelahRamadan

Mari berjabat tangan mari maaf-maafan
Raihlah kemenangan dengan senyuman
Mari berjabat tangan mari maaf-maafan
Raihlah kemenangan lahir batin

Dunia ini penuh coba sarat godaan
Kadang ada kekhilafan dan kesalahan
Hadirkanlah ketakwaan mohon ampun-Nya
Untuk satu kebahagiaan dunia akhirat
Analisis Isi  Peran Dakwah
Dalam KBBI, pesan mengandung arti perintah, nasihat, permintaan, amanat yang harus dilakukan atau disampaikan kepada orang lain, sedangkan menurut Toto Tasmara, peran adalah semua pernyataan yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah baik secara tertulis maupun pesan-pesan atau risalah. Pesan yang bernilai dakwah, yaitu pesan yang mengajak kepada pendengarnya untuk selalu mendekatkan diri pada sang pencipta.
Pada album GIGI “Raihlah Kemenangan” pesan dakwah menjadi pesan yang paling dominan daripada pesan yang bersifat hiburan. Selanjutnya penulis akan melakukan kategorisasi pesan dakwah yang terkandung dalam album “Raihlah Kemenangan” ke dalam tiga kategori.
1.      Pesan dakwah yang mengandung muatan Akidah.
2.      Pesan dakwah yang mengandung muatan Syariah.
3.      Pesan dakwah yang mengandung muatan Akhlak.
Album “Raihlah Kemenangan” yang dianalisis kandungan pesan-pesan dakwah oleh penulis dilakukan tidak per bait dari tiap-tiap lagu yang diteliti, tetapi secara umumnya saja dalam bait di setiap lagu dan dijadikan item.
Berikut ini adalah judul-judul lagu yang penulis analisis.
1.      Lagu Tuhan
Lagu Tuhan yang memang dalam syairnya sarat dengan nilai-nilai akidah dengan mentauhidkan tuhan, dimana Tuhan adalah segalanya, tempat meminta, tempat berlindung dan pantas dipuja. Syairnya berbunyi:

Tuhan, tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh dengan segala peluh

Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku memuja dengan  segala doa

Aku jauh engkau jauh
Aku dekat Engkau dekat
Lagu ini juga berbicara tentang akhlak kepada tuhan, ketika manusia itu jauh atau menjauhkan diri dari tuhan, dengan banyak bermaksiat kepadanya, tidak bersyukur, tidak memedulikan perintahnya, maka Rahmat Tuhan akan jauh darinya. Namun sebaliknya, jika manusia selalu mendekatkan diri pada tuhannya dengan banyak berzikir dan beramal saleh, maka Tuhan akan memberikan ketenteraman pada hatinya.




PENUTUP
Music adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang tersusun sedemikian rupa hingga menyandang irama, lagu dan keharmonisan. Abu sulaiman Al-Khattaby mengatakan setiap yang meninggikan suara dengan berkesinambungan menggunakan sesuatu (alat musik) dan menyusun temponya secaa teratur, maka itulah yang disebut musik. Dalam tradisi arab syair lagu terbentuk dari permisalan, lirik dan nazam. Lirik (syair) dalam kamus besar bahasa indonesia adalah sebuah karya sastra (puisi) yang berisi curahan perasaan pribadi atu susunan kata dalam sebuah nyanyian.

1 komentar:

  1. Slotyro Casino
    Play a game that has the potential 동두천 출장샵 to 태백 출장안마 generate thousands of 창원 출장샵 dollars 상주 출장마사지 a year in online gaming revenues, but it's not yet clear whether it's the best game to play 영주 출장안마

    BalasHapus