PERAN MUSIK DALAM DAKWAH
(Satu Inovasi bagi Layanan
Komunikasi dan Penyiaran Islam)
Tilla Wilia Feldi
Jurusan
Syariah STAIN Batusangkar, Jl. Jenderal Sudirman no 137 Kuburajo Lima Kaum
Batusangkar
Korespondensi:
Jor. Lareh Nan Panjang Nag. Atar Kec. Padang ganting Kab. Tanah Datar, Sumatera
Barat
Email:
Tillafeldi@gmail.com
Abstrak
Peran
musik dalam dakwah bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan fungsi ksenian di
tengah-tengah masyarakat sebagai salah satu kesenian yang bertujuan untuk
sarana dakwah dengan menggunakan iringan musik yang dilantunkan melalaui
syair-syair sebagai sarananya.
Kata
Kunci: Peran musik, dakwah
PENDAHULUAN
Islam adalah agama dakwah yaitu
agama yang megajak dan memerintah kepada umatnya untuk selalu menyebarkan dan
menyiarkan agama islam kepada seluruh umat manusia. Era informasi dan
globalisasi adalah du hal yang sering disebut-sebut pada zaman sekarang ini.
adanya teknologi yang canggih msalnya televisi, komputer, radio dan bahkan internet
dapat berperan pentin terhadap penyuksesan dakwah. Untuk kita dalam berdakwah
diperlukan siasat cermat dan jitu agar kebudayaan luar yang masuk melaalui alat
teknologi tidak terancam. Maka dari itu kesenian tarian indonesia dapat
menjadikan media dakwah sbagaimana yang telah dilakukan sunan kalijaga dan
dalam lainnya yang memanfaatkan wayang kulit sebagai alat untuk menyebarkan
agama islam.
Konsep dakwah yang stategis dan
lumintu, dengan mengelola secara profesional yang mengakomodasi segala permasahan
sosial disini, seni dan budaya dapat menjadi metoda atau media dakwah, namun
juga menjadi sasaran antara bagi dakwah islamiah itu sendiri. Sebagai media
atau metoda seni budaya mempunyai proyeksi yang engarah pada pencapaian
kesadaran kualulatas keberagaman islam yang pada gilirannya mampu membentuk
sikap dan perilaku islam yang tidak menimbulkan gejolak sosial, tetapi justru
makin memantapkan perkmbangan sosial. Sedangkan sebagai sasaran antara dakwah
islamiah diarahkan pada pengisian makna dan nilai-niali islami yang integratif
kedalam segala seni dan budaya yang akan dikembangkan.
Musik adalah suara yang disusun
demikian rupa sehingga mengandung irama lagu dan keharmonisan terutama suara
yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama walupun musik
adalah sejenis fenomena intuisi untuk mencipta memperbaiki dan
mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengarkan musik pula adalah
sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa
dihasilkan oleh beberapa alat musik
SEJARAH
Musik
dikenal sejak kehadiran manusia modern homosopian
yakni sekitar 180-100.000 tahun yang lalu tiada siapa tahu bila manusia
mula menenal seni dan musik. Dari penemuan arkeologi pada lokasi-lokasi seperti
ada benua afrika sekitar 180 tahun hingga 100.000 tahun dahulu telah
menunjukkan perubahan evolusi dari pemikiran otak manusia. Dengan otak manusia
yang lebih pintar dari hewan mereka membuat pemburuan yang lebih terancang
sehingga bisa mmburu hewan yang besar. Dengan kemepuan otak ini mereka bisa
berpikr lebih jauh hingga diluar nalar dan mencapai imajinasi dan spiritual.
Bahkan untuk berkomunikasi telah terbentuk diantara mereka.
Musik dan lirik
Music
adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan kombinasi dan
hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang tersusun sedemikian
rupa hingga menyandang irama, lagu dan keharmonisan. Abu sulaiman Al-Khattaby
mengatakan setiap yang meninggikan suara dengan berkesinambungan menggunakan
sesuatu (alat musik) dan menyusun temponya secaa teratur, maka itulah yang
disebut musik. Dalam tradisi arab syair lagu terbentuk dari permisalan, lirik
dan nazam. Lirik (syair) dalam kamus
besar bahasa indonesia adalah sebuah karya sastra (puisi) yang berisi
curahan perasaan pribadi atu susunan kata dalam sebuah nyanyian.
Pada
dasarnya esensi musik adalah bunyinya, sedangkan syair semata-mata hanyalah
pelengkap. Jika syair dianggap yang terpenting, dan syair dilagukan maka syair
tersebut dikatakan musical, tetapi
statusnya tetap sebagai syair, sementara musiknya kombinasi dari lagu dan
syair. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa seni adalah perpaduan antara irama
dan nada, baik vokal suara atau syair yang dilantunkan manusia maupun suara
yang dihasilkan oleh instrumen alat musik yang berupa rangkaian nada (melodi)
dan paduan suara (harmoni) untuk mengungkapkan perasaan atau pesan yang
diangkat sesuai judul lagu yang dinyanyikan.
Pandangan ulama tentang musik
Para
ulama islam, salaf maupun khalaf, mempunyai pemahaman yang beragam memandang
hukum musik, ada yang mengharamkan dan ada juga yang membolehkan.
1. Ulama
yang mengharamkan
Hal itu mereka pahami
dari firman allah Swt.
Artinya:
Dan
diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna
untuk menyesatkan (manusia) dari jalan allah tanpa pengetahuan dan menjadikan
jalan allah itu olak-olakan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
Maksud dari lahwal
hadish (perkataan yang tidak berguna) itafsirkan sebagai nyanyian. Inilah
perkataan sebagian ulama tentang ini:
a. Abdullah
bin ma’ud berkata “Ayat itu (yang dimaksud) adalah nyanyian, demi allah yang
tiada sesembahan kecuali dia”.
b. Imam
Malik bin Anas ketika ditanya tentang nyanyian, beliau menjawab, “ sesungguhnya
yang melakukan dikalangan kita hanyalah orang fasik. Jika seorang membeli
budak, lalu ia mendapatkannya sebagai nyanyian, maka ia berhak mengembalikannya
dengan alasan cacat.”
c. Ibnu
Qayyim al Jauzi berkata, “sisi penunjukan dalil (keharaman alat musik) bahwa al-ma’zif adalah alat musik semuanya,
tidak ada perselisihan para ahli bahasa dalam hal ini. seandainya hal itu
halal, niscaya Nabi tidak mencela mereka terhadap kehalalanya.
Sebagian ulama kurang setuju jika seni
musik dijadikan sebagai media dakwah, karena musik identik dengan hura-hura,
maka berdakwah melalui musik, sebagaimana berdakwah melalui minuman keras
berdakwah melalui perzinaan, berdakwah melalui pemerasan. Walau tingkat
keharamannya berbeda, tetapi yang haram tetaplah haram, tidak mungkin dijadikan
sarana dakwah yang suci karena allah.
2.
Ulama yang Membolehkan
Seni merupakan keindahan, ia merupakan ekspresi ruh
dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahan, ia terlahir
disisi terdalam manusia didorong oleh kecenderungan seniman pada yang indah apa
pun jenis kesenian itu. Dalam dakwah islam seni merupakan bagian dari media
dakwah yang bisa menjadi daya tarik bagi pendengarnya terutama seni suara,
Al-Izzu bin Salam mengatakan, “adapun
nyanyian yang baik dapat mengingatkan orang pada akhirat, tidak mengapa bahkan
sunnah.
Dalam
membaca al-Quran pun dituntut untuk membaca dengan berirama indah. Allah
berfirman
Artinya:
Atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah
Al-Quran itu dengan perlahan-lahan.
Dalam
sebuah kaidah pokok hukum islam yang menganut mazhab Syafi’i ada prinsip ‘al-ashlu fi al asy-ya’ al-ibahah “
segala sesuatu adalah boleh selama tidak ada nash Al-Quran dan Hadis yang
memfonis haram.
Berikut
adalah pendapat sebagian ulama yang sering menjadi inspirator para seniman
muslim.
a. Imam
Ghozali dengan ungkapan yng terkenal, “Barang siapa yang tak haru oleh musim
semi dengan bunga-bunganya, atau gambus dengan senarnya, maka komposisi orang
tersebut tidaklah sempurna, fitnahnya berpenyakit parah yang tiada obatnya”.
b. M.
Quraish Shihab berpendapat, “Tidak ada larangan lagu di dalam islam. Bukankah
ketika Nabi Saw. Pertama kali tiba di madinah, eliau disambut dengan nyanyian.
Ketika perkawinan, Nabi juga merestui nyanyian yang menggambarkan kegembiraan.
Yang terlarang adalah mengucapkan kalimat-kalimat, baik ketika menyanyi ataupun
berbicara yang mengandung makna-makna yang tidak sejalan dengan ajaran islam.
c. Yusuf
Qardhawi mengatakan, “Sebagian dalil menunjukkan kebolehannya bahwasanya para
sahabat suka menyanyi syair-syair pada acara tertentu, seperti pada waktu
membangun masjid Nabawi dan ketika membuat parit pada perang azhab. Tidak
diragukan lagi kita telah mendapat syair-syair yang banyak dinyanyikan oleh
para pahlawan di medan perang,mereka membangkitkan semangat dengan syair-syair
yang dinyanyikan oleh Abdullah bin Rawahah pada peperangan Rum di mekah.
Dari beberapa pendapat tersebut, penulis
kurang setuju dengan ulama yang mengharamkan mutlak tentang musik. Namun, penulis menganggap perbedaan pendapat yang
ada membuktikan bahwa Islam sangatlah kaya ilmu dan beragam. Bagi penulis,
tidaklah mengapa berdakwah melalui media musik, dengan catatan musik tersebut
tidak membuat seseorang lalai akan kewajibannya mengingat Allah.
Kriteria dalam Musik
Syair
merupakan seni kebudayaan yang tumbuh dikalangan masyarakat tertentu yang
kemudian berkembang hingga dikenal oleh masyarakat lain. syair bagian dari
seni, seni adalah sesuatu yang indah. Ia merupakan ekspresi ruh dan budaya
manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahan, ia lahir dari sisi
terdalam manuia didorong oleh kecendrungan seniman kepada yang indah, apapun
jenis keindahan itu. Keidahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat
oleh selera perorangan, waktu, dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Namun,
hendaknya dalam hal bermusik harus diperhatikan beberapa hal berikut ini.
a. Syair
tidak bertentangan dengan syariat. Tidak semua lagu diperbolehkan menurut
syariat islam, lagu yang diperbolehkan adalah lagu-lagu yang syairnya tidak
bertentangan dengan ajaran islam, akidah, syariah dan akhlak.
b. Sehrusnya
nyanyian tersebut tidak disertai dengan sesuatu yang mengharamkan, seperti
minuman keras, narkoba, diiringi penyanyi latar yang seksi dan sebagainya.
c. Gaya
memnyanyian lagu tidak mengandung maksiat. Cara menyanyikan berperan penting
dalam menentukan status hukum lagu itu sendiri. Kadang tema syairnya religi, tetapi
cara dan gaya penyanyinya mengumbar ucapan sensual dan gerakan erotis yang
mengundang birahi dan memancing kejahatan kepada mereka yang berhati kotor,
maka nyanyian yang asalnya mubah berubah menjadi makruh, syubhat, bahkan haram.
d. Tidak
berlebihan dalam mendengarnya. Lagu sebagaimana yang lain dibolehkan, wajib
dibatasi dengan tidak adanya unsur berlebihan. Agama islam mengharamkan segala
sesuatu yang berlebihan sekalipun dalam masalah Ibadah.
e.
Kesiapan hati yang selalu terjaga.
Setiap muslim menjadi mufti (pemberi
fatwa) dan ahli fiqih bagi dirinya, dia lebih tahu daripada orang lain. jika
nyanyian itu bisa membuat dia berkhayal, kesucian hatinya terkalahkan oleh
nafsu syahwatnya atau malah mengundang fitnah, maka wajib baginya menjauhi
nyanyian agar terhindar dari bisikan setan.
Pengaruh Musik
1.
Musik Mempengaruhi Perilaku
Musik
menurut beberapa pakar, seperti plato, aristoteles, Imam Ghozali bahkan Maulana
Jalaludin Rumi cukup berpengaruh bagi kehidupan jiwa seseorang mendengarkan
musik yang baik, maka jiwanya akan menyerap yang baik. Demikian sebaliknya,
musik dapat memberikan gairah dalam hidup beragam dan mendekatkan diri kepada
sang khalik.
2.
Musik Bahasa Dunia
Musik
merupakan bahasa universal yang menjadi media komunikasi antar masyarakat
berbeda budaya. Musik identik dengan bahasa bunyi yang berarti bahasa makna,
maka ia telah mampu memahami pesan dan makna di balik suasana atau irama musik
tertentu.
3.
Musik sebagai Terapi
Para
musikus dan penyanyi ternyata telah menemukan bahwa berbagai alat musik
memiliki fungsi masing-masing untuk terapi penyembuhan emosi, seperti alat
musik harfa. Seruling dapat berkaitan dengan mental. Piano dapat digunakan
untuk memperkuat kemauan, dan vokal dapat berkaitan dengan rasa suka.
Dalam
tradisi islam, bayi yang baru lahir dikumandangkan suara musikal berupa azan.
Juga ada kebiasaan seorang muslim membacakan ayat suci al-quran didekat perut
istrinya yang sedang hamil. Di era modern sekarang pun banyak para dokter
menganjurkan kepada para ibu hamil untuk memperdengarkan musik klasikal pada
calon bayi yang ada di rahimnya. Karena musik tersebut bisa merangsang otak
bayi saat lahir.
4.
Musik sebagai Media Penyampaian Pesan
Dakwah
Musik
sebagai media penyampaian pesan dakwah bukanlah hal yang baru di indonesia,
bahkan jauh sebelumnya sudah dilakukan oleh para wali di tanah jawa menyebarkan
agama islam dengan menggunakan instrumen musik gamelan yang dipandang sama
pentingnya dengan dakwah itu sendiri. Oleh karena itu, perawatan benda-benda
musikal tadi senantiasa dilakukan dengan sangat penuh perhatian.
Musik merupakan
naluri manusia sejak ia dilahirkan Allah Swt. Telah membekali manusia dengan
dua belahan otak, yaitu otak kanan dan otak kiri. Otak kanan berhubungan dengan
fungsi intuisi, sedangkan otak kiri berhubungan dengan fungsi berpikir. Dengan
demikian,berdakwah menggunakan media kesenian termasuk seni musik merupakan
kebutuhan yang sangat mendesak saat ini sebab dakwah dengan media musik selain
bermakna sebagai amar ma’ruf nahi munkar, juga dalam rangka membangun ituisi
umat.
Sekali Album Religi
Kelompok
musik GIGI yang digawangi oleh Armand Maulana (Vokalis) , Dewa bujana
(Gitaris), Thomas Rhamanda (Basis), dan Gusti Hendy (Dramer) telah menui sukses
yang sangat menbanggakan, belum sampai satu bulan sejak album “Raihlah
Kemenanggan” diluncurkan sudah banyak diterima pasar penjualan mencapai 200.000
copy. Perusahaan rekaman Sony Musik BMG Indonesia menghadiahkan Platinum Award
pada grup ini.
Beberapa
sinetron religi pun menggunakan lagu-lagu GIGI dari album “Raihlah Kemenanggan”
sebagai musik pengiring. GIGI merupakan musik rock pertama di indonesia yang
dalam albumnya (Raihlah Kemenangan) lagu-lagu yang sangat kental nuansa
islaminya, para personel GIGI tidak merasa canggung dengan adanya Dewa Budjana
sang Gitaris yang bukan beragama islam. Oleh karena itu, Grup musik GIGI
dikenal sebagai grup musik yang sangat toleran terhadap perbedaan. Dewa Budjana
yang beragama Hindu kelahiran Bali, pulau yang dua kali menjadi sasaran bom
teroris yang menganggap perbuatannya sebagai jihad isami, sangatlah sesuat
dengan lagu GIGI yang berjudul “Perdamaian” seolah-olah lagu ini mengatakan
bahwa islam adalah agama yang cinta damai bukan agama teror dan perang, karena
akar kata dari islam itu sendiri adalah salaama
yang berarti selamat, sejahtera, berserah diri, dan damai.
Berikut
adalah judul dan teks syair lagu yang penulis teliti pada album religi grup
musik GIGI (Raihlah kemenangan):
1. Tuhan
Tuhan,
tempat aku berteduh
Dimana
aku mengeluh dengan segala peluh
Tuhan,
Tuhan Yang Maha Esa
Tempat
aku memuja dengan segala doa
Aku
jauh engkau jauh
Aku
dekat Engkau dekat
Hati
adalah cermin tempat pahala dan dosa bertaruh
2.
Rindu Rasul
Rindu
kami padamu ya Rasul
Rindu
tiada tertepi
Beradab
jarak darimu ya Rasul
Serasa
dikau disini
Cinta
ikhlasmu pada manusia bagai cahaya surga
Dapatkah
kami membalas cintamu bersahaja
Cinta
ikhlasmu pada manusia bagai cahaya surga
Dapatkah
kami membalas jasamu bersahaja
3. Raihlah
Kemenangan
Selamat
jari raya selamat hari lebaran
Raihlah
kemenangansetelahRamadan
Mari
berjabat tangan mari maaf-maafan
Raihlah
kemenangan dengan senyuman
Mari
berjabat tangan mari maaf-maafan
Raihlah
kemenangan lahir batin
Dunia
ini penuh coba sarat godaan
Kadang
ada kekhilafan dan kesalahan
Hadirkanlah
ketakwaan mohon ampun-Nya
Untuk
satu kebahagiaan dunia akhirat
Analisis Isi Peran Dakwah
Dalam
KBBI, pesan mengandung arti perintah, nasihat, permintaan, amanat yang harus
dilakukan atau disampaikan kepada orang lain, sedangkan menurut Toto Tasmara,
peran adalah semua pernyataan yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah baik
secara tertulis maupun pesan-pesan atau risalah. Pesan yang bernilai dakwah,
yaitu pesan yang mengajak kepada pendengarnya untuk selalu mendekatkan diri
pada sang pencipta.
Pada
album GIGI “Raihlah Kemenangan” pesan dakwah menjadi pesan yang paling dominan
daripada pesan yang bersifat hiburan. Selanjutnya penulis akan melakukan
kategorisasi pesan dakwah yang terkandung dalam album “Raihlah Kemenangan” ke
dalam tiga kategori.
1. Pesan
dakwah yang mengandung muatan Akidah.
2. Pesan
dakwah yang mengandung muatan Syariah.
3. Pesan
dakwah yang mengandung muatan Akhlak.
Album
“Raihlah Kemenangan” yang dianalisis kandungan pesan-pesan dakwah oleh penulis
dilakukan tidak per bait dari tiap-tiap lagu yang diteliti, tetapi secara
umumnya saja dalam bait di setiap lagu dan dijadikan item.
Berikut ini adalah judul-judul lagu yang
penulis analisis.
1. Lagu
Tuhan
Lagu Tuhan yang memang
dalam syairnya sarat dengan nilai-nilai akidah dengan mentauhidkan tuhan, dimana
Tuhan adalah segalanya, tempat meminta, tempat berlindung dan pantas dipuja.
Syairnya berbunyi:
Tuhan,
tempat aku berteduh
Dimana
aku mengeluh dengan segala peluh
Tuhan,
Tuhan Yang Maha Esa
Tempat
aku memuja dengan segala doa
Aku
jauh engkau jauh
Aku
dekat Engkau dekat
Lagu
ini juga berbicara tentang akhlak kepada tuhan, ketika manusia itu jauh atau
menjauhkan diri dari tuhan, dengan banyak bermaksiat kepadanya, tidak
bersyukur, tidak memedulikan perintahnya, maka Rahmat Tuhan akan jauh darinya.
Namun sebaliknya, jika manusia selalu mendekatkan diri pada tuhannya dengan
banyak berzikir dan beramal saleh, maka Tuhan akan memberikan ketenteraman pada
hatinya.
PENUTUP
Music
adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan kombinasi dan hubungan
temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang tersusun sedemikian rupa
hingga menyandang irama, lagu dan keharmonisan. Abu sulaiman Al-Khattaby
mengatakan setiap yang meninggikan suara dengan berkesinambungan menggunakan
sesuatu (alat musik) dan menyusun temponya secaa teratur, maka itulah yang
disebut musik. Dalam tradisi arab syair lagu terbentuk dari permisalan, lirik
dan nazam. Lirik (syair) dalam kamus
besar bahasa indonesia adalah sebuah karya sastra (puisi) yang berisi
curahan perasaan pribadi atu susunan kata dalam sebuah nyanyian.
Slotyro Casino
BalasHapusPlay a game that has the potential 동두천 출장샵 to 태백 출장안마 generate thousands of 창원 출장샵 dollars 상주 출장마사지 a year in online gaming revenues, but it's not yet clear whether it's the best game to play 영주 출장안마